Ant International Rilis Sustainability Report 2025, AI dan Kepercayaan Publik Jadi Topik Utama

Jakarta, Makinnews.com- Ant International, penyedia solusi pembayaran digital, digitalisasi, dan teknologi finansial terkemuka di dunia, kemarin (11/05) menerbitkan Sustainability Report 2025. Laporan ini menjadi edisi kedua sejak perusahaan beroperasi secara independen.

Untuk pertama kalinya, Ant International mengintegrasikan metrik keberlanjutan ke dalam kerangka evaluasi kinerja manajemen. Eric Jing, Chairman of Ant Group and Ant International, mengatakan, “Akuntabilitas harus bersifat struktural, bukan sekadar aspiratif. Ketika hasil dari upaya keberlanjutan dinilai setara dengan pertumbuhan pendapatan atau efisiensi operasional, keseimbangan organisasi akan semakin terjaga. Prinsip yang sama pun berlaku pada perekonomian secara garis besar.”

Bacaan Lainnya

Dalam 6Ts Sustainability Framework (Travel, Trade, Thrive, Tech, Talent, Trust) milik perusahaan, inklusivitas tetap menjadi perhatian utama. “Keberhasilan kami ditentukan oleh inovasi bagi usaha kecil dan pasar-pasar berkembang agar mereka bisa tumbuh di tengah perubahan sosial dan teknologi. Doing great by doing good harus menjadi pembeda strategis kami,” ujar Peng Yang, CEO of Ant International, dan Douglas Feagin, President of Ant International, pada peluncuran Sustainability Report 2025.

  • Alipay+ dan Antom, dua pilar dari Global Payment perusahaan, kini menghubungkan 2 miliar akun pengguna di seluruh dunia dengan lebih dari 150 juta merchant. Ekosistem yang dinamis ini menautkan lebih dari 10 sistem QR nasional dan mendukung lebih dari 300 metode pembayaran di lebih dari 220 pasar, mencakup pembayaran via kartu, 50 dompet digital, aplikasi perbankan, serta aplikasi BNPL (Buy Now, Pay Later).

  • WorldFirst dan Bettr, layanan Global Account dan Embedded Finance perusahaan, mendukung lebih dari 1,6 juta UKM serta memberi akses kredit bagi 30 juta UMKM dan masyarakat underserved dengan mengintegrasikan teknologi AI dan blockchain terkini.

  • Metrik inklusi juga disematkan secara sistematis ke inovasi-inovasi penting, seperti tools agentic payment dan AI commerce yang mudah diakses UKM, platform AI-as-a-Service untuk pasar-pasar berkembang, serta solusi EPOS SME AI.

“Kami akan terus meningkatkan upaya dalam menghadirkan inovasi dan kolaborasi yang bertanggung jawab demi mewujudkan visi bersama akan ekonomi global yang lebih inklusif, menciptakan kesejahteraan, dan dapat dipercaya,” ucap Yang.

Pada 2025, upaya keberlanjutan Ant International berfokus pada 3 prioritas di lingkup 6T:

  1. Memperluas Akses FinAI bagi UKM dan Pasar-pasar Berkembang

Ant International meluncurkan berbagai tools AI guna memastikan UKM dan pasar-pasar berkembang bisa memanfaatkan AI tanpa investasi besar pada infrastruktur atau kapasitas.

Payment AI & Agentic Commerce : 

  • Antom Copilot 2.0 merampungkan integrasi pembayaran, onboarding, penanganan risiko, serta penyelesaian chargeback dalam alur kerja yang otomatis dan aman.

  • Antom Agentic Payment Solution. Agen AI bisa memulai dan menyelesaikan transaksi via kartu dan APM secara aman melalui model payment mandate pertama di kelasnya.

Pengembangan Kapasitas FinAI:

  • GenAI Cockpit, platform FinAI-as-a-Service, menyediakan toolkit bagi fintech seperti TNG eWallet di Malaysia dan easypaisa (bank digital pertama Pakistan) untuk membuat solusi AI commerce yang fleksibel dan otonom, seperti agen pelayanan pelanggan dan penjualan.

  • Asisten digital khusus berbasis agentic AI seperti Alipay+ Voyager, teman perjalanan digital berbasis agentic AI yang tertanam di berbagai super app.

  • Solusi AI FX terbuka yang memprediksi fluktuasi valuta asing dengan tingkat akurasi hingga 93% di pasar mata uang yang kompleks dan dinamis.

  • EPOS360, platform operasional dan pembiayaan UKM berbasis AI di Asia Tenggara.

  1. Meningkatkan Kepatuhan dan Teknologi untuk Memperkuat Kepercayaan Publik

Pada 2025, perusahaan melakukan investasi besar pada teknologi dan kemitraan di bidang AML (Anti-Money Laundering) serta keamanan.

  • SHIELD 3-in-1 Transformer yang dibekali 7 miliar parameter mampu mengidentifikasi transaksi berisiko tinggi dengan tingkat akurasi lebih dari 95%. Model ini juga membantu meningkatkan tingkat keberhasilan pembayaran hingga 13,5%.

  • Digital Wallet Guardian Partnership membuka akses teknologi penanggulangan risiko serta solusi anti-fraud dan perlindungan dana bagi mitra dompet digital demi melindungi konsumen maupun merchant.

  • Program Privacy Enhancing Technology (PET) dari Alipay+ memberikan panduan bagi Komisi Perlindungan Data Pribadi Singapura untuk menyusun pedoman di industri.

Adapun pemanfaatan teknologi terkini wajib didukung dengan standar dan praktik kepatuhan yang ketat. Maka dari itu, pada 2025, perusahaan turut mengembangkan:

  • Mekanisme Komite Manajemen Risiko kami yang menerapkan kerangka tata kelola risiko menyeluruh, mulai dari level korporasi hingga unit di lini terdepan.

  • Program Anti-Money-Laundering 3 Lapis kami yang berpijak pada standar kendali minimum bertaraf global guna menjamin konsistensi dan integritas di seluruh pasar. Kami juga menggunakan tools pendeteksi risiko dan peninjau keamanan berbasis AI untuk meningkatkan akurasi serta efisiensi.

Perusahaan berencana mempercepat investasi pada kepatuhan di tingkat global maupun lokal untuk merespons regulasi dan risiko yang terus berkembang.

  1. Digitalisasi Partisipasi Publik yang Mendorong Dampak Sosial

Pada 2025, bersama mitra dari New York hingga Jawa Barat, kami memulai berbagai inisiatif di tingkat akar rumput untuk mendorong kemajuan anak muda, pelestarian lingkungan, dan pengembangan masyarakat melalui keahlian digital.

  • Sebagai Innovation Partner for Sustainability, Alipay+ mendukung New York Liberty, juara WNBA 2024, lewat program Liberty Sneaker Drives bagi kelompok kurang mampu, Math Hoops yang menempa keterampilan anak muda, serta Threes for Trees di New York City dan Brooklyn.

  • AlipayHK merilis kanal digital yang menggalang dana untuk insiden kebakaran di Tai Po. HK$200 juta terkumpul dari 450.000 pengguna super app dalam tiga hari pertama.

  • Ocean Buddy, program di dalam aplikasi untuk perlindungan hiu paus di Indonesia hasil kolaborasi bersama DANA dan Konservasi Indonesia, hadir dengan gamifikasi yang menghubungkan aktivitas digital harian pengguna dengan upaya konservasi laut.

  • 10×1000 Tech for Inclusion, inisiatif yang dilakukan bersama International Finance Corporation (IFC) dan lebih dari 50 mitra global, telah mensertifikasi 9.504 peserta sejak 2018, dengan 55% di antaranya adalah perempuan.

“Keberlanjutan semakin esensial sebagai faktor pendorong utama dari upaya perusahaan untuk menghadirkan inovasi yang bertanggung jawab,” ujar Leiming Chen, Chief Sustainability Officer of Ant International. “Seiring ekspansi global yang kami jalankan, kami akan bekerja bersama para mitra untuk memastikan bahwa kemajuan kami tetap inklusif, terukur, dan berdampak nyata bagi komunitas yang kami layani.” (Elwan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *